Sabtu, 09 Juni 2012

MENGENAI NAMA-NAMA POHON JATI ( 3 DARI 3 )


Perihal Pohon Jati (ke120 – 179)
(pupuh XII.25 – XIII.08)

Kita kesampingkan dulu kisah diatas, sekarang kita ikuti kisah perjalanan sang Anom yang sudah tiba di hadapan Datuk Bahrul yang tengah duduk dengan diayomi oleh dedaunan pohon Jati yang besar. Menyampaikan apa yang dipikirkannya, Syarif Hidayatullah bertanya: “Rama guru mengenai pohon yang mengayomi dengan rimbun ini, serta dedaunannya yang tertata di angkasa memayungi menutup sinar matahari, apakah gerangan maknanya”.
Datuk Bahrul berkata: “Anakku ketahuilah bahwa itulah yang dinamakan pohon Jati, banyak yang dapat diceritakan mengenai pohon ini. Jalibud itu jati yang dipakai untuk mengalasi tanah [lalampak siti], Jalaja itu jati penopang [jati ancak], Janglar itu adalah dedaunan [kikitiran] jati, Jarat akarnya yang lembut [oyod kang lembut], Jampang itu bongkahnya [bungkahing] jati, Jamin jati yang dipakai untuk perahu [palwa], Janggung pohon jati yang tinggi [duwur], Jamperok jati yang rimbun [ngarampayak], Jati pamor itu namanya Jamaluddin,  Jambiku jati yang dipangkas [pugag]. Jariyah itu jati yang dipakai untuk tempat duduk raja [palinggih aji], Jarnang itu jati berwarna merah [uleh abang merah], Janat jati pemikat [apelet], Jangkel jati penyu, Jarajaban jati yang unggul [yoni], Jamrik jati yang ganda, Jawat jati yang dipakai untuk kasau/bengkarak [usuk], Jawata jati yang dipakai untuk pemujaan [pamujaan], Jarogjog jati yang bergelombang rata [andhan-andhan maranti], Jabal pohon jati yang berdiameter besar sekali [manganggang]. Jaware jati untuk pemukul muka [panggeplok surya], Jana-jana itu jati yang dipakai untuk nisan [mesan], Jamiril yang dipakai untuk pagar tembok [kacapuri], Jalangkas itu kuntumnya [cungkub], Jandari yang dipakai untuk tukul/gandin [gaganden] jati, Jamari yang dipakai untuk gantungan [pagantungan], Jalaji nama pucuknya, Jamurang yang dipergunakan untuk membuat jembatan [kreteg marga], Jalajabul itu tunggul jati bertunas [tunggak semi], Jamling jati yang dipakai untuk membuat kentongan [kokol pangundang]. Jalabungi jati yang memayungi [ingkang amayungi], Jalaraban jati yang dipakai untuk membuat tempat tidur [pagulingan], Jampinang jati kesturi [kasturen], Jajablag kayu jati yang dipergunakan untuk alat musik [kemung], Jalakinda jati peringatan [pepeling], Jambor jati winrangsang, Jaler bagian dalam pohon jati [puluk], Janggan itu jati kembang, Jarag itu cabang yang dekat batang pohon [pange parek ewit], Jangrem yang berada di pucuk [pang pupucukan]. Jamalih jati yang dipakai untuk tempat jenazah [katil], Jamarinten jati yang dipakai untuk meja [den anggo meja], Jawiyat jati yang dipakai untuk membuat langit-langit [loloteng], Jamrud pinggang jati [tambakur], Jangkilengeng jati yang dipakai untuk pemukul [pupukul], Jangles jati yang dipakai untuk bantal, Janbiya yang dipakai untuk membuat kursi kayu, Jabal Kap jati ngaragomang, Jalalullah jati yang atulis haji, Jalameng jati arca. Jahopak yang dibuat papan tipis, Jamrut itu jati yang dipakai untuk tombak [wawatang], Janguk jati berlubang di tengahnya [bolong mangleng], Jampeng jati yang dipakai untuk penutuk/pemukul [tatabu], Jabar Hud jati yang sangat mulus [mulus kulimis], Jampiling jati onta, Jara jati darah [marus], Jaruga jati yang besar [wadag], Japuri yang dipakai untuk peti persembahan [pangapti], Jangres jati bungalan. (Selesai).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar